RSS

Pages

Di zaman sekarang, kebanyakan diantara pasangan yang telah berkeluarga bekerja sama  mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Kenyataannya memang begitu. Malahan sekarang menjadi sebuah kepatutan dan keharusan. Bagaimana tidak menjadi sebuah keharusan? Ditengah himpitan ekonomi yang semakin lama kebutuhan hidup yang semakin tinggi ditambah lagi biaya pendidikan semakin lama semakin tinggi membuat para orang tua semakin giat untuk mencari uang demi kebutuhan buah hati mereka.
Namun, kadang orang tua tak sadar bahwa kesibukan mereka membuat mereka tidak memperhatikan anak-anak mereka.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sedang Proses

Teman-teman, harap maklum ya. Blognya kurang rapi. Maklum semuanya dalam proses pembelajaran. :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jangan ditiru...


Apakah Anda pernah melihat bayi menangis?
Apa yang Anda lakukan pada saat bayi itu menangis?
Apa Anda akan marah marah pada bayi tersebut karena berisik ketika Anda sedang letih sepulang kerja? atau Anda akan membelai bayi itu penuh kasih dan mencari tahu apa yang membuat bayi itu menangis?


Saya yakin, dengan naluri kemanusiaan kita pasti akan membelai bayi tersebut dan berusaha untuk menenangkannya bukan? Bayi itu suci, tidak mengada-ngada terhadap apa yang dia rasakan. Dan juga bayi atau anak-anak kecil itu selalu melakukan sesuatu dengan percaya diri. Mereka mungkin akan berhasil, tetapi dia berhasil melakukan usaha yang bagus jika tidak dicegah. Mereka melakukannya tanpa rasa takut dan khawatir kalau mereka akan jatuh, terluka gagal dan sebagainya. Tapi mengapa semakin kita dewasa, semakin takut dan ragu kita melakukan sesuatu hal.

"Ah, mana mungkin aku bisa seperti dia?"
"Dia itu kan memang pintar"
"Aku tidak mungkin bisa seperti dia"

Mungkin kalimat di atas adalah segelintir kalimat yang aku katakan dengan lantang kepada diriku sendiri. Sungguh rasanya tidak adil apa yang telah kulakukan pada diriku sendiri. Aku menghina, merendahkan, menyepelekan diri sendiri sehingga secara tidak langsung menyabotase segala kesempatan yang ada di hadapan ku sendiri. 

Lalu bagaimana orang lain bisa menghargai aku? sedangkan aku sedikitpun tidak menghargai diriku sendiri? lalu bagaimana orang lain bisa mempercayai sesuatu hal padaku? sedangkan aku tidak bisa percaya kepada diriku sendiri? Itulah bodohnya aku di MASA LALU. Sekarang aku sadar, dan sudah saatnya aku berubah. Berubah perlahan-lahan untuk bisa menghargai dan mempercayai diri sendiri. Walaupun terkadang sulit, tetapi kita harus "YAKIN" kalau saya juga "BISA". :)

Teman-teman, terimakasih telah membaca tulisanku yang pertama ini. Semoga teman-teman tidak meniru sifat aku dimasa lalu. Dan aku mohon doa dan bimbingannya agar aku bisa berubah ke arah yang lebih baik :).





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS